annahl.ponpes.id-Jumat tanggal 19 Juni 2026, Yayasan An-Nahl ikut menjadi bagian dalam pembagian hasil usaha peserta didik pada semester genap. Demi menyongsong tahun ajaran baru yang lebih baik kedepannya, Yayasan An-Nahl menyelenggarakan rapat kerja (RAKER) bagi seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dengan mengangkat tema,"Bertumbuh Bersama Dalam Profesionalisme Mewujukan Sekolah Yang Berkarakter, Unggul dan Terorganisir" pada hari Sabtu sampai dengan Minggu tanggal 20-21 Juni 2026.
Bagi pemikiran orang lain tentu saja kegiatan ini beranggapan 'kerja paksa' karena tanpa adanya jeda waktu untuk beristirahat. Setelah dihadapi dengan mengolah angka-angka sebagai persiapan penerimaan rapor, langsung saja 'ditodong' untuk persiapan tahun ajaran 2026/2027. Tetapi, ini adalah bentuk komitemen dan loyalitas dalam menebar 'madu' yang manis, nikmat dan sehat untuk dikonsumsi.
Ketua Yayasan An-Nahl, DR (H.C) H. Asrat Chan, Lc, M.Pd, Dt Panduko Sinaro yang juga menjabat sebagai ketua MUI Kabupaten Lima Puluh Kota dalam sambutannya menyampaikan, "Selamat datang dan bergabung kembali kepada asatidz dan asatidzah. Alhamdulillah, Allah izinkan kita berkumpul disini untuk merancang kegiatan yang luar biasa, agenda menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Apapun nanti posisinya, terimalah dengan ikhlas dan jalankan dengan amanah dalam artian manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan baik dan benar".
Dalam mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif dan bermakna untuk meraih prestasi dibutuhkan pendidikan yang berkarakter dengan menanamkan keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan sehari-hari termasuk peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan serta kemampuan literasi, numerasi, sains, teknologi dan keterampilan abad 21.
Mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang. Segala sesuatu harus direncanakan dengan baik dan matang. Tanpa direncanakan, tingkat keberhasilannya juga jauh dari tujuan yang ingin dicapai. Untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki, diharuskan meyakini dan bisa mengendalikan diri dibuktikan dengan perilaku yang terpuji dan mengamalkan di dalam kehidupan nyata. Tumbuhkan critical thingking, berkolaborasi dengan baik, tingkatkan kreativitas dan bangun komunikasi yang efektif ditengah arus globaliasi yang semakin tinggi diharapkan untuk pengontrolan dalam penggunaan digitalisasi terutama AI. Karena jika digunakan berlebihan memberikan dampak kurang berfikir positif kedepannya, sehingga pada akhirnya semakin menurunkan kemampuan berliterasi. Untuk itu, dituntut meningkatkan knowledge, skill dan attitude dalam mencerdaskan anak bangsa demi mewujudkan generasi emas di tahun 2045.
Mengutip kalimat yang disampaikan oleh salah seorang ustadzah, "Tim yang hebat itu bukan lahir dari orang-orang yang pintar, tetapi lahir dari orang yang mau bekerja sama dan membersamai kita". Untuk itu, bangunlah kerja sama dengan orang-orang yang bersedia membersamai dalam menyatukan visi dan misi yang ingin diraih. Tak ada yang mustahil selagi berjalan dalam ruang dan pondasinya. Allah akan selalu membersamai hamba-Nya yang bertawakkal kepada-Nya.
Penggalan-penggalan kisah yang terangkai akan menjadi lukisan cerita yang terpampang indah menggantung di langit kehidupan. Segala yang tertakdir jelas tentu tidak akan dapat dirubah, tetapi berusalah untuk menciptakan ketetapan terbaik yang singgah menemani sepanjang usia yang diberikan oleh Allah diwaktu yang tepat. Jika hasil yang diperoleh tak sejalan dengan pengharapan, bersyukurlah atas pencapaian yang telah diraih, Jangan pernah untuk mendholimi Allah, karena apa yang dijalani adalah masa terindah dan tidak akan pernah terulang sampai kapanpun. Berhusnuzonlah selalu kepada Allah selagi hayat dikandung badan, bumi masih berputar. Tebarkan kebaikan dan manfaat kepada orang lain.